Pemboran KDK Tak Butuh Sweeper

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Pengembangan Sumur Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, yang terletak di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tak membutuhkan tenaga kerja sweeper. Alasannya, berdasarkan kajian teknis yang dilakukan tim sosial ekonomi EMCL, untuk sweeper tidak diperlukan seperti pada saat pemboran yang dilakukan tahun 2010 silam.

“Hasil kajian teknis kami seperti itu,” tegas Field Public and Government Affairs Manager ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), Rexy Mawardijaya di tengah pemaparan sosialisasi pemboran Sumur KDK, Rabu (18/3/2015).

Menurut Rexy, proyek yang bersentra di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu ini tidak sebesar yang di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam. Dia menyampaikan di Lapangan KDK hanya ada satu sumur, sedangkan di Lapangan Banyuurip saat ini ada 36 sumur dari total 49 sumur.

“Sekupnya lebih kecil sehingga tidak lagi dibutuhkan,” ujar dia, menerangkan.

Warga sekitar, Ali Syafa’at menyampaikan, sejumlah pemuda memang menuntut pekerjaan sweeper. Warga menilai tenaga sweeper masih dibutuhkan untuk memantau kondisi di area lokasi proyek selama proses pengeboran.

Baca Juga :   Seismik Blok Nona Capai 80 %

“Dulu pernah ada sekarang kok tidak ada,” ujarnya. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *