Kedungtuban Sokong Swasembada Pangan Nasional

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Luasan lahan pertanian di Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Bliora, Jawa Tengah diproyeksikan bakal menyokong produksi pangan nasional. Terlebih wilayah ini termasuk lumbung padi dari Bumi haryo Penangsang.

Lahan pertanian di Kedungtuban untuk komoditas jagung dan kedelai seluas 5.797 hektar. Luasan tersebut terbagi dalam 4.672 hektar area persawahan, dan sisanya seluas 1.125 hektar berupa tegalan.

Kepala UPTD Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Kecamatan Kedungtuban, Suparman, mengatakan, wilayah Kedungtuban luas hamparan sawah dan tegalan yang kini aktif digenjot untuk peningkatan hasil produksi padi, jagung dan kedelai ada 5.797 hektar.

“Dengan asumsi dalam satu tahun lahan yang bisa ditanami mencapai 13.264 hektar, dengan hasil panen padi mencapai 12.020 ton. Pada prinsipnya kami siap menyokong produksi pangan nasional,” jelasnya.

Suparman menghimbau, agar dalam peningkatan produksi tanaman pangan ini, petani tidak lengah terhadap ancaman hama penggerek batang, busuk leher, dan hama lainnya. Selain itu, petani juga tidak terlalu banyak menggunakan pupuk yang banyak mengandung N (urea).

Baca Juga :   Hilal Belum Terlihat, Kemenag Sebut Lebaran Kemungkinan Kamis

Artinya, diharapkan bisa menggunakan pemupukan berimbang termasuk penggunaan pupuk organik.  Hal ini bertujuan agar kesuburan tanah bisa tetap terjaga dengan baik.

“Kami juga mengharapkan agar distributor dan pengecek pupuk bisa mendukung petani sepenuhnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemkab Blora tahun 2015 menaikan luasan tanam lahan pertanian sebanyak 15 persen. Langkah ini ditempuh agar bisa menunjang surplus beras 10 juta ton.

Kepala Dintanbunakikan Blora, Reni Miharti, menuturkan, target luas lahan tanam untuk tahun ini seluas 99.000 hektar.  Jumlah ini naik 15 persen dari luasan lahan tahun lalu, dan memasuki minggu ketiga bulan Maret ini sudah tercapai 95 persen dari target.

Sedangkan lahan pertanian di Kabupaten Blora terdiri dari 46.000 hektar persawahan, dan 25.000 hektar tegalan. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *