Ingin Sekolahkan Anak Pinggiran

BERPROFESI sebagai tenaga kehumasan di salah satu bimbingan belajar terkemuka di kota Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah membuat, Christy Yuana, harus berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat. Utamanya dalam dunia pendidikan, serta kondisi sosial kemasyarakatan.  

Dari profesi yang ditekuninya itu, muncul keinginan untuk mendirikan yayasan yang bergerak memberikan pendidikan secara gratis bagi anak pinggiran. Mereka dari keluarga tidak mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.

Christy, panggilan akrabnya, merasa iba dengan kondisi anak pinggiran saat ini. Ternyata masih banyak dari mereka yang tidak mampu melanjutkan pendidikan.

Dia mengungkapkan, kondisi itu pernah dialaminya sebelum bergelut dengan profesi saat ini. “Dulu, kalau mau sekolah maupun kuliah harus megap-megap karena tidak ada biaya. Ya, dengan bekerja paruh waktu saya bisa menyelesaikan sekolah, dan kuliahku,” kata lulusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini.

Yayasan itu, lanjut ibu muda ini, nantinya akan menyekolahkan ataupun menguliahkan anak-anak yang tidak mampu. “Baik itu pintar atau tidak,” kata penggemar sambel terong ini.

Baca Juga :   Berburu Rupiah dari Butiran Peluh Pekerja Migas

Menurutnya, selama ini beasiswa hanya diberikan kepada mereka yang pintar saja. “Kalau yang tidak pintar bagaimama, hayo?” kata dia.

Dirinya berkeinginan berbagi dengan sesama, utamanya dalam hal pendidikan.  “Saat ini saya pribadi sudah menyekolahkan beberapa anak,” ungkap penggemar warna hijau daun yang lahir pada 23 September 1989 ini.

Keinginan luhurnya itu, sesuai dengan filosofi hidupnya. “Belajar, berjuang berkembang, berbagi bersama,” demikian pungkas  Christy Yuana. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *