SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengumpulkan semua kepala desa (Kades) di wilayahnya di Pendapa kecamatan setempat, Senin (30/3/2015). Agendanya, menindaklanjuti surat yang dikirimkan kades kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto, agar Camat Ngasem, Suwignyo, dipindah tugaskan.Â
“17 Kades se Kecamatan Ngasem ini kami undang untuk musyawarah dengan membahas surat yang dikirimkan ke Pak Bupati pada 23/3/2015 lalu. Untuk mengeluarkan unek-uneknya yang ditujukan kepada kami selama hampir dua tahun menjabat sebagai Camat Ngasem ini,” kata Camat Ngasem, Suwignyo kepada suarabanyuurip.com seusai pertemuan.
Suwignyo, menjelaskan, sebenarnya permasalahan ini hanya sebatas miskomunikasi saja. Namun, apa yang diungkapkan Kades akan menjadi bahan evaluasi agar kedepan dalam memimpin Ngasem lebih baik lagi.
“Pada intinya kades memprotes saya karena saya dianggap terlalu kaku dalam mengambil keputusan. Sehingga, membuat Kades tidak enak hati, dan saya terima kasih atas koreksinya kades kepada kami,” jelasnya.
Dari jumlah total 17 Kades, tidak keseluruhan membubuhkan tandatangan dalam surat yang dikirim ke Bupati Suyoto. Namun, ada tiga Kades yang tidak ikut, yaitu, Pjs Kades Dukohkidul, Pjs Kades Jampet dan Kades Ngasem.
“Salah satu isi surat itu adalah 14 Kades minta saya untuk dipindah. Saya harap kejadian ini tidak akan terulang lagi. Jika ada sesuatu yang mengganjal di hati Kades langsung saja menegur saya sebelum mengirimkan surat ke Pak Bupati. Jika saya masih dipercaya untuk jadi Camat Ngasem,” imbuhnya.
Ketua Paguyuban Kades se-Kecamatan Ngasem, Yasono, mengaku, pada intinya kekecewaan Kades adalah sama. Yaitu, camat tidak melakukan koordinasi dengan baik kepada kades dan selalu menyampaikan hal pribadi kades di forum umum. “Seharusnya hal ini tidak perlu dilakukan oleh pak Camat, dan secara pribadi saya tidak ada masalah dengan pak Camat,” timpal Yasono.
“Saya kecewa banget dengan Pak Camat, karena pak camat terkesan menyepelekan Kades. Salah satu contohnya adalah pak camat waktu mengumpulkan warga, terkait TPA di Dusun Tloko, Desa Bandungrejo tanpa sepengetahuan saya sebagai Kades Bandungrejo,” ungkap Kades Bandungrejo, Sapani. (sam)