SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Anggota Komisi VII DPRI, Satya Widya Yudha berharap adanya eksistensi dan proaktif dari tokoh agama untuk menangkal munculnya gerakan radikalisme di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.Â
“Kita harus waspada dengan kemunculan gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama. Ini bisa menjadi ancaman keutuhan bangsa, jika gerakan ini tidak kita bendung secara massif,†ujarnya kepada suarabanyuurip.com
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IX untuk Bojonegoro dan Tuban ini mendorong eksistensi tokoh-tokoh agama dalam lingkungan masyarakat. Hal ini untuk menyebarkan semangat kebangsaan sebagai penangkal munculnya gerakan radikalisme. Â
“Terlebih, gerakan radikalisme berkedok agama sudah menyayar generasi muda dan pelajar,” tegas SW Yudha.
Ia meminta supaya tokoh agama harus ikut andil secara aktif untuk menangkal gerakan radikalisme yang sasarannya saat ini adalah generasi muda. Menurut dia, di situlah peran pentingnya, bagaimana tokoh agama mampu mensosialisasikan wawasan kebangsaan untuk menumbuhkan kecintaan, kebanggaan serta kedamaian bagi bangsa Indonesia yang majemuk ini.Â
“Kita tidak bisa menyalahkan generasi muda kita yang mulai apatis terhadap persoalan bangsa, tapi kita wajib untuk memberikan bimbingan, pemahaman dan arahan agar potensi mereka dikembangkan untuk kepentingan bangsa,†tandas politisi Partai Golkar itu.Â
SW Yudha lalu mencontohkan, ancaman gerakan radikalisme saat ini adalah kemunculan gerakan ISIS di Timur Tengah. Banyak pemuda dan pelajar yang tergiur untuk melibatkan diri dalam aksi yang dikategorikan sebagai gerakan terorisme tersebut karena pemahaman yang sempit.
“Wawasan kebangsaan menjadi penting untuk dikembangkan bagi pemuda dan pelajar, sehingga bakat dan kreatifitasnya bisa disalurkan secara positif untuk membangun bangsa, tidak terjerumus pada gerakan-gerakan sesat yang hanya merusak keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara,†pungkas SW Yudha.(rien)