Tak Temukan Bukti Prostitusi Terselubung

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku tidak bisa membuktikan kabar yang berkembang di masyarakat terkait prostitusi terselubung di sekitar proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam dan sekitarnya.

Kepala Satpol PP Arwan, menyatakan, pernah mendapatkan laporan dengan adanya warung remang-remang yang berpotensi adanya prostitusi terselubung. Namun, saat datang ke lokasi yang dimaksud tidak terbukti apa-apa.

“Memang untuk melakukan suatu tindakan, perlu bukti yang nyata,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com.

Arwan mengatakan, dalam bertindak Satpol PP tidak bisa dengan mengandalkan sebuah asumsi saja sehingga perlu didasari bukti. Beda dengan masyarakat memang bebas berasumsi.

“Kita secara periodik melakukan penelusuran dan melihat langsung apakah memang benar yang dilaporkan masyarakat, tapi sampai sekarang belum menemukan bukti yang signifikan,” tegasnya.

Mantan Camat Baurno itu mengaku, telah memberikan himbauan kepada masyarakat di sekitar proyek migas agar menghentikan kegiatan yang melangar norma agama jika memang ada. 

Sementara itu, salah satu warga di  Kecamatan Gayam, yang mewanti-wanti tidak menyebutkan namanya mengatakan, semenjak berkembangnya industri migas di Blok Cepu banyak yang berubah dalam norma-norma masyarakat. Di antaranya, poliandri yang terpaksa dilakukan karena tuntutan ekonomi, adanya nikah siri dengan kontraktor luar Bojonegoro, warung-warung kopi yang menyediakan layanan plus-plus, dan gaya hidup anak muda yang suka dugem atau karaokean.

“Ya menyayangkan dengan kondisi ini, seperti tidak kontrol dan pengawasan dari pemerintah,” pungkas pria berusia 35 tahun itu.(rien)

Baca Juga :   Inspektorat Bojonegoro Bungkam

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *