SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – “Dia sudah meninggal apa belum?†begitulah kalimat yang terucap dari mulut Kaswan kepada wartawan ketika berada di Mapolsek Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Tak ada guratan penyesalan di raut wajah Kaswan. Â Meskipun saat itu dia baru saja menghabisi nyawa Yapar (46), yang masih kerabatnya sendiri. Warga Dusun Beron, Desa Punggulrejo itu, Â menghabisi nyawa kerabatanya dengan sebilah celurit.
Pelaku menyabetkan celuritnya ke tubuh korban dari belakang ketika sedang mengumpulkan buah surikaya di Dusun Babatan, Desa Pulungrejo, pukul 12.00 WIB. Akibatnya, pelaku jatuh tersungkur bersimbah darah dengan menderita luka dua sabetan mengenai dibagian tangan kanan, satu sabetan mengenai leher, dan satu sabetan lagi mengenai tulang rusuk bagian kiri.
“Wes tak niati (sudah saya niati),†kata Kaswan lagi ketika ditanya mengenai penyebab pertikaian itu.
Akibat luka yang diderita, nyawa Yapar tak sempat diselamatkan ketika akan dirujuk ke rumah sakit. Yamar meninggal di Puskesmas Rengel karena kehabisan darah.
Menurut  pengakuan warga sekitar, antara pelaku dan korban sudah lima bulan terakhir ini tak saling sapa. Namun demikian, warga mengaku tidak tahu menahu kenapa hal itu bisa berjadi.
Berdasarkan cerita warga, perangai pelaku dikenal kurang baik di mata masyarakat. Pelaku kerap terlibat cekcok dengan warga lain dan kerap menakut-nakuti warga lain dengan senjata tajam.
“Sudah sering mas menakut-nakuti warga lain, kemana-mana memang suka bawa senjata tajam (celurit),†kata seorang tetangga korban di halaman Puskesmas Rengel.
Kapolsek Rengel, AKP Desis Susilo, mengatakan, setelah mendapat laporan pihaknya langsung mengamankan pelaku. Pelaku ditangkap saat berada dib alai desa setempat. Saat ini pelaku telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Rengel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Setelah membacok korban, pelaku sempat bersembunyi karena takut diamuk warga,†tegas Desis.(edp)