SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pembangunan jalur ganda (Double track) Kereta Api di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, masih menyisakan masalah. Padahal saat ini rel ganda itu telah dioperasikan.
Namun hingga saat ini Daop IV Semarang, Jawa Tengah, belum menyelesaikan tukar guling tanah kas desa (TKD) yang berada di lima desa. Lima desa yang TKDnya terkena proyek double track itu adalah Desa Banjarjo dan Kebonagung, Kecamatan Padangan. Kemudian Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, serta Desa Beged dan Sudu, Kecamatan Gayam.
Dengan masing-masing luas, Desa Banjarjo seluas 56 meter persegi (M2) dan 115 M2, Kebonagung 84 M2, Beged 547 M2 dan 74 M2, dan Sudu 265 M2.
Kepala Bagian Pemerintahan Bojonegoro, Supi Harianto, mengatakan, dari 6 desa di Kabupaten Bojonegoro yang tanah kas desanya digunakan sebagai jalur ganda kereta api atau double track baru satu yang tuntas.
“Yang prosesnya sudah selesai ada di Dengok, Kecamatan Padangan,” ujarnya.
Sesuai keterangan yang diterima dari Daop IV Semarang, lanjut Supi, saat ini masing-masing desa telah memiliki calon lokasi pengganti, sehingga dilakukan pembentukan tim aprraisal ulang. Namun begitu, pihaknya tetap meminta agar pembentukan tim aprraisal segera diselesaikan.
“Kami minta supaya Daop IV Semarang segera menyelesaikan TKD tersebut gar tidak memunculkan permasalahan dengan pemerintah desa mengingat tanah kas desa merupakan salah satu sumber pendapatan desa,” tegas mantan Camat Kanor itu.(rien)