SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Penghadangan terhadap tenaga kerja (Naker) proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, oleh warga Dusun Bendo, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Rabu (1/4/2015) sekira pukul 06.00 WIB tadi, merupakan bentuk kekesalan terhadap prilaku pekerja yang kebut-kebutan dalam berkendara saat berangkat dan pulang kerja.
Sebab dengan aksi ugal-ugalan mereka diduga telah menyebabkan kecelakaan hingga membuat Mardim (80), warga setempat, tewas. Tragisnya, korban ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan setelah tertbrak sepeda motor.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa atas yang dilakukan warga tadi pagi. Karena mereka kesal dengan adanya tabrak lari yang merenggut nyawa,” kata Kepala Desa (Kades) Katur, Sukono kepada suarabanyuurip.com, Rabu (01/04/2015).
Ketua Kades se-Kecamatan Gayam tersebut, menjelaskan, warga berencana akan terus melakukan sweeping naker di jalan poros Kecamatan Kalitidu – Gayam yang masuk di wilayah Desa Katur hingga ada tindakan serius dari pihak perusahaan dan pihak hukum Polsek Gayam.
“Warga bilang ke saya rencananya akan terus melakukankan aksinya mulai pagi pas naker berangkat dan sore saat pulang kerja,” tegas Sukono.
Dia berharap, pihak Polsek Gayam dan perusahaan untuk segera mengambil tindakan tegas bagi naker yang ugal-ugalan di jalan dalam bekendara ketika pulang dan berangkat kerja. Agar permasalahan tidak berlarut-larut.
“Saya berharap agar permasalahan ini tidak terulang lagi. Lain itu, pelaku tabrak lari segera diselidiki dan ditemukan,” pungkas Sukono. (sam)