SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Muspika Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur bersama Pengamanan Obyek Vial (Pam Ovit), dan operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) melakukan pertemuan di ruang kerja camat setempat, Kamis (2/4/2015).
Pertemuan yang berlangsung sekira satu jam itu membahas aksi penghadangan tenaga kerja (naker) proyek Banyuurip yang dilakukan warga Dusun Bendo, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro sejak Rabu (1/4) kemarin. Aksi itu sebagai bentuk protes atas ulah ugal-ugalan naker proyek dalam berkendara yang diduga telah menyebabkan kecalakaan dan menewaskan, Madrim (80), warga warga RT 08, RW 02, Dusun Bendo, Desa Katur, Selasa (31/3), sekira pukul 17.00 WIB.
“Pertemuan yang kami lakukan ini adalah untuk mencari solusi penyelesaian masalah warga Katur yang mensweeping naker di jalan masuk wilayah Katur sejak Rabu kemarin,” kata Camat Gayam, Hartono kepada suarabanyuurip.com seusai pertemuan.
Dijelaskan, dalam pertemuan itu telah menghasilkan solusi. Yaitu akan segera dilakukan pertemuan antara Pemerintah Desa (Pemdes) Katur, warga, karangtaruna atau pemuda, EMCL, kontraktor pelaksana engineering procurement and construuction (EPC)-1dan 5, Polsek Gayam, Koramil, dan Kalakar Pam Ovit.
“Pertemuan bersamanya nanti pada Selasa 7 April 2015,” jelas Hartono.
“Pertemuan nanti bukan berkaitan laka lantas itu, Mas. Karena, laka lantas itu sekarang sudah ditangani langsung Polres Bojonegoro,” tegas Kapolsek Gayam, AKP Sudirman.
Hadir dalam musyawarah, Camat Gayam Hatono, Kapolsek Gayam, Danpos Ramil, Pam Ovit, perwakilan dari EMCL Communications/Media Relations Advisors, Feni K. Indiharti.(sam)