SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Petani sekitar Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai menggarap lahannya untuk ditanami padi.
Salah satu petani, Desa Gayam, Nasir, mengaku, saat ini para petani kembali menggarap lahan pertaniannya untuk musim tanam kedua.
“Setelah habis panen padi pertama, saat ini mayoritas petani sudah mulai menggarap sawahnyaa lagi,” kata Nasir ditemui di lahan pertaniannya dekat gas oil separation plant (GOSP) Banyuurip, Minggu (05/4/2015).
Dijelaskan, hasil panen tahun ini lebih bagus di bandingkan tahun lalu. Karena, hama yang menyerang tanaman tidak begitu ada sehingga membuat pertumbuhan tanaman pertanian lebih normal.
Nasir mengaku, dari luas lahan di miliki sekira 13 ribu meter persegi tahun ini mampu menghasilkan 6 ton gabah. “Sedangkan, tahun lalu hanya panen sekitar 5 ton,” jelasnya.
Ditambahkan, untuk modal menggarap lahan lebih ringan pada musim tanam pertama ketimbang kedua. Karena pada musim tanam awal pada yang ditanam jenis rancah dengan sekira Rp8 juta.
“Tapi untuk kedua ini saya tandur jadi total dana yang tak keluarkan mulai garap lahan hingga panen nanti kurang lebih Rp10 juta,” ungkap pria yang juga perangkat desa setempat merincikan.
Dengan adanya penggarapan lahan pertanian kedua juga membuat pembajak ikut mendapatkan pemasukan. “Alhamdulillah saya juga dapat rejeki. Karena, saya bisa memborong membacak sawah petani. Satu hetarnya borongannya sekitar Rp800.000, dan itu belum kepotong modal BBM,” sambung Kamtoro, salah satu pembajak sawah. (sam)