SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu yang bersentra di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, seperti mata uang logam yang memiliki dua sisi berbeda. Selain memberikan dampak negatif, mega proyek yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), itu juga telah memberikan dampak positif bagi warga.
Warga Desa Gayam, Endang, mengatakan, keberadaan proyek minyak Banyuurip setidaknya telah membawa perubahan bagi desa sekitar. Utamanya adalah pembangunan infrastruktur jalan desa yang ada.
“Sebelum ada proyek, rata-rata jalan desa masih berupa makadam. Tapi sekarang sudah berubah menjadi paving,” kata Endang kepada suarabanyuurip.com, Senin (6/4/2015).
Dengan jalan yang sudah baik, kata Endang, selain dapat memperlancar arus lalu-lintas, juga bisa meningkatkan perekonomian warga. Karena warga dapat mengangkut hasil pertaniannya dengan mudah.
“Alhamdulillah selain saya jualan makanan dan minuman (mamin) ringan juga melayani katering untuk naker EPC-5 Banyuurip,” ungkap Endang yang membuka warung kopi didekat gas oil separation plant (GOSP) Banyuurip.
Dijelaskan, dalam setiap harinya, telah menyediakan katering sebanyak 70 kotak untuk naker EPC-5 Banyuurip. Sehingga, selain mendapatkan penghasilan dari menjual mamin juga mendapat tambahan hasil dari catering.
“Saya mulai terlibat penyediaan katring sadah sekitar lima bulan, Mas,” jelas warga desa ring satu Banyuurip tersebut.
“Ya kalau harga perkotaknya berapa gak enak lah kita utarakan. Terpenting masih dapat keuntungan, dan tidak ada yang merasa saling dirugikan sudah baik,” imbuhnya menerangkan. (sam)