SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Setelah banjir di Bojonegoro kemarin surut, kini giliran sejumlah desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mulai tergenang akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Banjir mulai memasuki perkampungan warga sejak Selasa (7/4/2015).
Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com, desa yang tergenang adalah Desa Patihan dan Desa Ngadipuro di Kecamatan Widang, Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Desa Ngadirejo, Desa Kanorejo, Desa Tambakrejo, dan Desa Karangtinoto di Kecamatan Rengel.
Kemudian Desa Sandingrowo dan Desa Kenongosari di Kecamatan Soko. Desa-desa yang tergenang itu berada di bantaran sungai Bengawan Solo.
Sejak tiga hari terakhir, air praktis merendam lahan pertanian milik warga yang sebagian besar sudah dipanen. Tidak hanya lahan pertanian, akses jalan desa dan halaman rumah milik warga banyak juga yang tergenang.
“Ketinggian air sekitar setengah sampai satu meter,†jelas Ahmad, salah satu warga yang ada di Desa Kanorejo Kecamatan Rengel.
Akibat banjir ini, warga pun mulai enggan mempergunakan kendaraannya untuk beraktifitas. Mereka lebih memilih berjalan kaki, ataupun mempergunakan perahu sebagai sarana transportasi.
“Banyak yang mulai memakai perahu, kita berharap luapan bengawan solo tidak bertambah,†kata Tono (33), warga yang lain.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban belum memberikan informasi terkait ancaman luapan Sungai Bengawan Solo. Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiyono, belum bisa dikonfirmasi terkait jumlah desa dan wilayah mana saja yang terendam banjir.(edp)