SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tewasnya Madrim, (80), warga Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang diduga akibat tabrak lari tenaga kerja proyek minyak Banyuurip menjadi perhatian serius Kepala Desa (Kades) di wilayah setempat. Para petinggi desa itu terus memantau ulah para pekerja proyek dalam berkendara saat berangkat dan pulang kerja.Â
Kades Gayam, Winto, mengatakan, hasil pantauan yang dilakukan dengan Kepala Desa Katur, Sukono di jalan poros Kecamatan Kalitidu – Gayam, tepatnya di depan Balai Desa (Baldes) Gayam masih ditemukan ulah ugal naker Banyuurip dalam berkendara.
“Ternyata kejadian di Katur beberapa waktu lalu yang merenggut nyawa Madrim masih tidak membuat mereka jera. Mereka masih saja ugal-ugalan berkendara,” kata Winto kepada suarabanyuurip.com di temui saat memantau naker Banyuurip yang melintas di depan Baldes Gayam, Selasa (7/4/2015).
Dia berharap operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), kontraktor pelaksana proyek engineering procuremen and construktion (EPC)-1, 5 dan pihak Muspika Gayam untuk benar-benar menindak tegas ulah ugal pekerja dalam berkendara.
“Jangan cuman gerta sambal saja. Sebelum menimbulkan gejolak bagi warga yang memuncak,” tegas Kades ring satu Banyuurip tersebut.
“Memang saya sengaja dengan pak Kades Gayam memantau naker saat berangkat dan pulang kerja di jalan. Ternyata mereka masih saja ugal. Jika tidak ada tindakan dari pihak terkait jangan salahkan warga jika nanti muntab emosinya,” sambung Kades Katur, Sukono. (sam)Â Â