SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Terungkapnya pungutan liar (Pungli) bantuan alat pertanian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh mantan kepala desa di wilayah Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, menjadi perhatian serius Dinas Pertanian (Disperta) setempat. Lembaga plat merah itu meminta kepada masyarakat atau petani untuk pro aktif mengawasi pendistribusian dan pemanfaatan bantuan alat pertanian (alsintan) yang diberikan pemerintah.
“Masyarakat juga harus ikut mengawasi, agar pendistribusian alsintan tidak disalahgunakan,” ujar Kepala Disperta Bojonegoro, Ahmad Djupari kepada suarabanyuurip.com.
Dia mengatakan, jumlah bantuan yang akan diberikan bagi petani di Bojonegoro sekitar 152 traktor. Sejumlah 56 traktor telah dibagikan, sisanya 96 traktor masih menunggu dari pusat.
“Ya sebenarnya kami belum memetakan berapa jumlah ideal traktor yang dibutuhkan oleh petani di Bojonegoro,” imbuhnya.
Hanya saja, lanjut Djupari, dengan bantuan tersebut sudah bisa membantu petani karena saat ini tenaga kerja untuk buruh tani sangat sulit didapatkan. “Saya kira kok bantuan dari pemerintah pusat tidak sampai 400 unit ya, disyukuri saja sudah dapat bantuan,” pungkasnya. (rien)