SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tindakan tegas yang dilakukan Polsek Gayam dengan menggelar razia motor di sekitar proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, mendapat dukungan dari Pemerintah Desa (Pemdes) di wilayah Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Menurutnya dengan razia itu akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lalintas.
“Tentu kami mendukung. Karena, peringatan dari pihak desa dan terkiat kepada tenaga kerja proyek agar tidak ugal dalam berkendara tidak pernah dihiraukan,” kata Kepala Desa Brabowan, Sukiran kepada suarabanyuurip.com, Jumat (10/4/2015).
Menurut dia, ulah ugal berkendara yang dilakukan tenaga kerja proyek Banyuurip selama ini sangat mengganggu arus lalu-lintas  dan membahayakan keselamatan warga.
“Prilaku ugal dan pemakaian kenalpot blong sangat mengganggu warga. Apalagi, disaat naker berangkat dan pulang kerja, saat itu warga baik anak-anak maupun dewasa juga mayoritas menggunakan jalan desa. Sehingga rawan kecelakaan jika mereka ugal,” jelasnya.
Sukiran menyarankan, seharusnya operasi terus dilakukan dan tidak hanya melibatkan polsek Gayam, melainkan pihak terkait. “Bila perlu, jika ditemukan kendaraan yang tidak ada surat-suratnya diproses saja secara hukum yang berlaku. Biar ada efek jera,” imbuh Sukiran. (sam)