SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora, – Sejumlah petani di Desa Bangoan, Kecamatna Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengeluhkan hasil produksi pertanian mereka turun di bandingkan panen tahun lalu. Penyebabnya, tanaman mereka diserang penyakit, berupa busuk batang.
Sariman, salah satu petani desa setempat, mengaku hasil panenya menurun lantaran terkena busuk batang. Menurutnya, penyakit tersebut mengakibatkan sebagian besar padi miliknya menjadi mati. “Panen padi saat ini produksinya menurun jauh,†ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (13/4/2015).
Dia menjelaskan, penurunan produksi saat ini mencapai 40 persen dari kondisi normal. Sebelumnya, lanjut Sariman, pada lahan dengan luas seperempat hektar bisa menghasilkan padi 1,1 ton. Namun pada panen kali ini hanya menghasilkan sekitar 700 kilogram gabah.
“Penurunanya hampir separo dari hasil tahun lalu,†ungkapnya.
Penyakit busuk batang yang menyerang, menurut dia, terjadi pada saat tanaman padi berumur sekira 80 hari. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda tanamannya akan terserang penyakit busuk batang. Â Akibat serangan busuk batang ini, bulir padi menjadi banyak yang tak terisi.
“Ya kalau sudah kopong, otomatis produksi akan menurun,†tuturnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Sugirman, petani lainya. Menurut dia, hama batang busuk tersebut disebabkan hama penyakit yang ada didalam batang padi, sehingga sulit menanganinya.
Hama tersebut, lanjut dia, sudah ada tahun-tahun sebelumnya. Namun, tahun ini semakin parah “Tentu petani yang memiliki lahan tanam sedikit merasa resah,†ungkapnya
Ia menambahkan, sudah berbagai upaya dilakukan dengan  menyemprot tanaman padi menggunakan insektisida. Bahkan setelah terserang penyakit, intensitas penyemprotan insektisida ditingkatkan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat busuk batang. Tetapi pada kenyataannya, bulir padi menjadi tidak berisi.
“Sudah kami lakukan berbagai upaya, namun masih gagal dan bulir padi yang terserang hama tersebut masih saja kopong†keluh dia.(ams)