SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro –  Pemerintah Desa (Pemdes) Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, minta operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) memberikan kompensasi atas adanya flare di tapak sumur (wellpad) B Banyuurip.
Padahal letak Desa Ngraho barada jauh dari lokasi flare wellpad B dan tidak masuk desa yang diperkirakan terdampak. Sebab sesuai pembahasan perubahan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) UKL-UPL dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan pemerintah desa terdampak, hanya Dusun Ledok dan Samben, Desa Mojodelik yang diperkirakan terdampak karena paling dekat dengan flare wellpad B.
“Meski nominalnya beda, warga Desa Ngraho juga harus diperhatikan. Juga warga desa sekitar lainnya,” kata Kepala Desa (Kades) Ngraho, Samat kepada suarabanyuurip.com, Senin (13/4/2015).
Samat mengakui, meski warga Ngraho tidak dekat langsung dengan flare, namun dampak  adanya penambahan flare tentu dirasakan warga. Salah satunya peningkatan suhu udara ketika hujan tak turun.
“Warga kami banyak yang menyampaikan keluhan tersebut. Lain itu, fly over juga masuk di wilayah Ngraho kan. Jadi, maklumlah jika warga kami juga harus kebagian kompensasi berupa sembako,” jelas Samat.
“Saya berharap kompensasi yang akan diberikan bisa diratakan untuk desa lainnya,†pungkas dia. (sam)