SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Rencana pemerintah untuk membatasi pasokan premium dan menggenjot penjualan pertamax sepertinya akan segera direalisasikan. Diperkirakan rencana itu mulai diberlakukan pada Juli 2015 mendatang.
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lamongan, Jawa Timur, mengaku sudah mendapatkan sosialisasi untuk menambah nozel (alat mengeluarkan BBM) pertamax dan mengurangi nozel premium.
Data yang diperoleh suarabanyuurip.com, Pertamina telah memberikan pengumuman resmi kepada para pengawas SPBU melalui BBM jika akan segera dilakukan penghapusan atau pembatasan premium (ron 88) dan dialihkan ke Pertamax (ron 92).
“Rencananya kebijakan ini efektif diberlakukan sekitar bulan Juli 2015,†ujar seorang pengawas SPBU yang minta namanya tidak ditulis.
Menindaklanjuti rencana tersebut, Pertamina meminta kepada pengelola SPBU untuk menambah nozel pertamax dan mengurangi nozel premium. “Kalau sebelumnya nozel premium banyaknya 3-4 dan pertamax 1-2 nozel, nanti akan dibalik nozel pertamax 3-4 dan premium 1-2 nozel. Ini dikarenakan penjualan premium akan dibatasi dan penjualan pertamax di genjot,†ujar sumber tadi.
Menurut dia, jika kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan, bisa dipastikan akan timbul masalah baru di SPBU. Sebab penjualan premium hingga saat ini masih mendominasi, sedangkan di sisi lain kebjikan itu akan membatasi nozel premium sehingga dikuatirkan akan terjadi antrian panjang kendaraan.
“Saat ini saja dengan 4 nozel, masih sering terjadi antrian kendaraan yang membeli premium apalagi jika nanti hanya ada 1-2 nozel tidak bisa dibayangkan panjangnya antrean,†papar sumber tadi.
Pihak SPBU saat ini tidak melakukan protes atau keberatan dengan rencana pemerintah tersebut karena menurutnya tidak memiliki kewenangan. Namun dirinya mengharapkan pemerintah benar-benar mengkaji rencana tersebut sebelum diterapkan dimasyarakat. (tok)