SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Ujian Nasional (UN) dengan model computer based test (CBT) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dilaksanakan hari ini tidak berjalan mulus. Hal ini dikarenakan dari empat sekolah yang menggelar Unas model CBT, satu di antaranya sempat ditunda.
Salah satu sekolah tersebut yaitu SMKN 4 Bojonegoro yang berada di Jalan Ahmad Yani. Pada sesi pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia singkronisasi komputer yang digunakan siswa-siswa untuk mengerjakan Unas tidak bisa menyambung dengan pusat. Akibatnya, sebanyak 30 siswa pengerjaan soal Unasnya ditunda.
“Kita tunda sampai sore hari, karena servernya tidak bisa nyambung dengan pusat,” ujar Kepala sekolah SMKN 4 Bojonegoro, Edi Yusuf Joko kepada suarabanyuurip.com, Senin (13/4/2015).
Karena ada gangguan tersebut, kata dia, puluhan siswa yang akan mengikuti UN pada sesi pertama harus ditunda pada sore hari mulai pukul 16.00 WIB. Bahkan, jika sampai sore nanti  servernya masih tidak bisa nyambung dengan pusat maka akan ditunda pada tanggal 20 April mendatang.
“Ada ujian susulan model CBT tanggal 20 mendatang, beruntung kemarin sore server untuk 30 siswa ini bisa digunakan,” tambahnya.
Seharusnya, lanjut dia, puluhan siswa itu mengerjakan unas CBT pada sesi pertama pukul 08.00 sampai 09.30 WIB. Namun karena ada kendala sehingga UN ditunda sampai sore hari. Di SMKN 4, total siswa yang melaksanakan Unas CBT sebanyak 274. Unas CBT pada sesi pertama di lab 1 dan 2 sekolahan setempat berjalan lancar, namun untuk lab 3 mengalami kendala sehingga terpaksa ditunda.
Salah satu siswi yang gagal mengerjakan Unas CBT pada sesi pertama, Devi Tri Utami, mengatakan, adanya gangguan koneksi ke pusat itu membuatnya  sedikit kecewa. Pasalnya sejak beberapa bulan terakhir dia sudah melakukan belajar dengan serius untuk mengahadapi soal-soal Unas ini. Apalagi harus pulang dan kembali lagi ke sekolah pada sore hari.
“Ya, sedikit kecewa. Tetapi kami tetap memaklumi karena Unas model CBT ini kan baru pertama kali dilaksanakan,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, puluhan siswa-siswi tampak kecewa, Â gelisah dan sedih karena gagal mengikuti Unas CBT pada sesi pertama, setelah mendapat pengumuman dari guru atau pengawasnya. Tak lama kemudian, siswa-siswi langsung pulang menuju rumah masing-masing. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, para siswa kembali datang untuk mengerjakan Unas CBT.
Sementara di seluruh Bojonegoro, siswa tingkat SMA/MA dan SMK yang mengikuti Unas sebanyak 14.425 siswa baik peserta Computer Basic Test (CBT) maupun Paper Basic Test (PBT). Empat sekolah yang menggunakan Unas CBT diantaranya, SMA 1, SMKN 4, SMKN 2 dan SMKN 1 Bojonegoro.(rien)