SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Wilayah Provonsi Jawa Tengah rawan terjadi bencana alam dan masuk dalam peringkat tertinggi di seluruh wilayah Indonesia. Pasalnya, wilayah tersebut di kelilingi oleh tempat-tempat yang berpotensi memicu terjadinya bencana alam.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Arus Horison. Dia menjelaskan, pulau Jawa, Khusunya Jawa Tengah terdapat beberapa Gunung Api aktif dan berpotensi terjadi bencana.
“Bencana Tsunami dan Gempa bumi seperti di wilayah Klaten dan dan sekitarnya. Karena berada di pinggiran pantai,†kata dia saat berada di Cepu, Kabupaten Blora, Selasa (14/4/2015).
Bukan hanya itu, lanjut Arus, angin puting beliung, tanah longosor di wilayah pegunungan, bencana banjir seperti di derah aliran Bengawan Solo dan beberapa tempat lainnya berpotensi terjadi bencana. Sehingga hal itu menempatkan Jawa Tengah termasuk predikat tertinggi terjadinya bencana alam.
“Termasuk bencana kekeringan saat musim kemarau,†tegasnya.
“Untuk wilayah Jawa Tengah, paling rawan terjadi bencana Gunung Api, Gempa dan Tsunami,†lanjut Arus.
Melihat kondisi tersebut BPBD Provinsi Jawa Tengah telah meminta masing-masing wilayah untuk mengintensifkan Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Hal itu bisa dilakukan dengan gladi penanggulangan bencana, melibatkan masyarakat dan stakeholder yang ada serta melakukan kerjasama dengan kabupaten terdekat.
“Hal itu perlu dilakukan, melihat potensi bencana dan tingkat kerawanan,†tandas Arus.
Untuk di Kabupaten Blora sendiri, menurut dia, potensi besar yang terjadi adalah bencana banjir saat musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.
Semantara itu, Kepala Bagian Kesra, Sekretariat Daerah Blora, Haryanto, membenarkan jika Blora rawan terjadi banjir. Dia mengungkapkan, pada musim seperti ini Blora sangat berpotesni terjadi banjir dan tanah longsor.
“Oleh karena itu, penyelenggara penanggulangan bencana harus benar-benar dilaksanakan secara sistematis,†pungkas dia.(ams)Â