Pasar Jadikan Budaya Masyarakat Konsumtif

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Budaya modernisasi yang mulai menjangkit masyarakat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat ini merupakan bentukan dari meningkatnya pasar-pasar modern. Akibatnya budaya lokal mulai luntur dan meninggalkan pesan-pesan moral dari nenek moyang.

Budayawan Prie GS, menyampaikan, pasar yang terjadi saat ini terlebih berkembangnya industrialisasi migas menjadikan masyarakat dibuat konsumtif. Misalnya saja konsumtif mata yang sekarang ini menyerang anak-anak pada permainan di gadget atau handphone pintar.

“Di daerah yang dekat dengan lokasi industry, orang-orangnya pasti memiliki alat-alat canggih semacam itu,” tukasnya.

Menurut mantan jurnalis ini, konsumtif pada sinematograf yang mana pemilihan jenis-jenis film kebarat-baratan lebih dimininati. Daripada film dalam negeri yang mengandung unsur pendidikan dan nilai luhur lainnya.

“Belum lagi audio, yang setiap hari selalu didengung-dengungkan oleh suara music dengan lirik tidak masuk akal dan terkesan jorok,” imbuhnya.

Sehingga, kata Prie, masyarakat akan lebih konsumtif dan tidak bisa produktif dengan maksimal. Karena mereka terbiasa dengan hal-hal yang menyenangkan dan secara saraf sudah kena. Hal inilah yang membuat ketidakpekaan masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga :   Batal ke Bojonegoro, Jokowi Resmikan Bendungan Semantok di Nganjuk

“Bisa jadi, mereka sudah tidak suka dengan sawah. Karena, terlalu konsumtif sehingga acuh dengan dampak buruk situasi di sekitar mereka sekarang ini,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *