SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Program  Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) dikeluhkan oleh para Kepala Desa (Kades) di Lamongan, Jawa Timur. Alasannya, mereka selalu mendapatkan komplain dari warga yang tidak mendapatkan bantuan dan harus nalangi dana selama kegiatan PSKS berlangsung.
“Setiap program PSKS turun , yang paling dibuat pusing adalah Kades. Para Kades selalu menjadi jujugan protes dan komplain warga yang tidak mendapatkan bantuan,†ujar seorang Kades di Kecamatan Sekaran yang enggan namanya ditulis.
Menurutnya, dana PSKS yang dikeluarkan pemerintah masih jauh dari memadai. Jika dibuat perbandingan antara warga yang menerima dana dengan jumlah warga miskin sangat tak sesuai.
“Dana yang PSKS merujuk dari data Badan Statistik Nasional tahun 2011 sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi terkini. Sehingga banyak warga yang protes karena tidak mendapatkan uang PSKS,†cetusnya lagi.
Para Kades sebenarnya mencoba mensiasati kondisi tersebut dengan memotong bantuan PSKS yang diterima setiap warga dan diberikan kepada warga miskin lainnya yang tidak masuk data. Namun yang terjadi Kades yang justru dipersalahkan.
“Banyak berita di media massa tentang pemotongan dana PSKS. Beritanya dibuat besar-besar. Kades yang selalu jadi sasaran,†keluhnya.
Para Kades yang wilayahnya ditempati kegiatan pengambilan dana PSKS, mengaku harus nambeli dana ratusan ribu hingga jutaan rupiah karena dari pemerintah tidak ada anggaran untuk kegiatan tersebut.
“Pemerintah hanya memberikan dana Rp100 ribu untuk dana kebersihan. Dana yang lainnya seperti kosumsi, pengamanan dan sebagainya terpaksa harus Kades yang nanggung, “ kata Kades Sumurgenuk, Kecamatan Babat, Supaat.
Seperti saat kegiatan PSKS di Kecamatan Babat, Selasa (14/4/2014), Desa Sumurgenuk menjadi satu dari 7 titik yang ditempati. Selain warga Sumurgenuk warga Desa Gembong dan Desa Datinawong mengambil dana PSKS di balai Desa Sumurgenuk.
Menurut Supaat, untuk kegiatan kemarin dirinya harus mengeluarkan dana sekitar Rp800 ribu dari kantong pribadi. Dana tersebut untuk kosumsi, pengamanan dan sebagainya. (tok)