SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Subkontraktor PT Tripatra – Samsung kontraktor pelaksana proyek engineering procuremen and construktion (EPC)-1 Banyuuurip, PT Wifgasindo, menyatakan, tidak bisa memproses 40 warga yang diajukan warga untuk menjadi tenaga kerja (naker) Banyuurip.
Alasannya, proses rekrutmen sudah melampaui tahapan Medical Chek Up (MCU). Selain itu 40 warga tersebut sebelumnya tidak melalui lamaran terlebih dulu.
“Sebanyak 40 orang itu ikut MCU tanpa sepengetahuan saya. Jadi mau bisa masuk kerja darimana ya belumlah. Tidak cuma itu, sampai sekarang saya juga tidak bisa proses mereka, karena secara resmi tidak memakai lamaran terlebih dulu ke kami,” kata Project Manager PT Wifgasindo, Wahyudi Susanto, kepada Suarabanyuurip.com seusai pertemuan, Rabu (15/4/2015).
Dia jelaskan, tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak sekira 10 orang. Yakni, dibagian teknisi, dan helper. “Waktu itu saya hanya butuh 10 orang saja. Tanpa sepengetahuan saya tiba-tiba sejumlah 40 orang tersebut masuk ikut MCU,” jelasnya.
“Ketika dicek, dari 40 orang itu mayoritas warga desa luar Kecamatan Gayam. Kalau tidak salah hanya empat orang yang dari Kecamatan Gayam. Yaitu warga Desa Manukan,” imbuhnya. (sam)