SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku belum mendapat laporan tentang adanya dugaan praktik percaloan tenaga kerja yang melibatkan PT Wifgasindo, subkotraktor PT Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek Engineering Procurement and Construction /EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu.
“Disnaker memang tidak tahu masalah itu, karena belum dapat laporan,” kata Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Wicaksono kepada suarabanyuurip.com Jum’at (17/4/2015).
Namun demikian, Adi menyatakan pihaknya sudah pernah menghimbau kepada semua masyarakat agar berhati – hati terhadap calo tenaga kerja di lingkup proyek migas.
“Pada saat dialog publik saya sudah himbau agar lebih hati – hati,” ujarnya.
Adi menuturkan, khusus untuk masalah dugaan naker di EPC-1 Banyuurip, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dulu.
Sebelumnya diberitakan, PT Wifgasindo tidak bisa memproses 40 warga yang sudah mengikuti MCU yang diajukan warga sekitar untuk menjadi tenaga kerja di proyek Banyuurip. Alasannya, 40 warga tersebut sebelumnya tidak melalui lamaran terlebih dulu.
Selain itu, yang dibutuhkan hanya10 orang untuk bagian teknisi, dan helper. Dari hasil pengecekan yang dilakukan dari 40 orang yang mengikuti MCU itu hanya sekitar 4 orang warga yang berasal dari desa di wilayah kecamatan Gayam. Selebihnya berasal dari luar wilayah Kecamatan Gayam. (roz)