SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung langkah kontraktor pelaksana proyek egineering procurement and construction (EPC) Banyuurip maupun subkontraktornya untuk memberantas mafia tenaga kerja (Naker). Karena hal itu dinilai merugikan warga desa terdampak lantaran naker yang dimasukan dalam proyek tersebut berasal dari luar wilayah bahkan daerah.
Kepala Desa Katur, Sukono, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (17/4/2015), mengatakan, dengan adanya mafia naker yang memasukan warga luar wilayah Kecamatan Gayam membuat banyak warga sekitar kesulitan terlibat menjadi naker di proyek Banyuurip. “Ini juga bisa dikatakan mencederai warga lokal sekitar proyek Banyuurip,” tegasnya.
Sukono mencantohkan, seperti terbongkarnya 40 warga yang mayoritas warga luar Kecamatan Gayam bisa mengikuti Medical Check Up (MCU) untuk dijadikan naker Blok Cepu melalui PT Wifgasindo subkon PT Tripatra – Samsung kontraktor pelaksaana EPC-1. Hal itu, kata dia, bisa terjadi karena adanya dugaan campur tangan karayawan.
“Dengan kejadian ini, saya jadi bertanya-tanya mengapa 40 orang mayoritas luar Kecamatan Gayam itu bisa-bisanya ikut MCU tanpa melalui lamaran dulu?Apalagi, yang dibutuhkan Wifgas cuman 10 orang saja,” tegas ketua paguyuban Kades se-Kecamatan Gayam tersebut.
Diharapkan, dengan dukungan yang diberikan ini baik Wifgasindo maupun Tripatra dapat mengungkap keterlibatan oknum karyawan yang bermain dalam rekrutmen naker.
“Jika 40 warga yang sudah MCU itu merasa dirugikan oleh orang yang membawanya silahkan saja dilaporkan dipihak penegak hukum, ya biar diproses,” saran Kades.(sam)