SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Sedikitnya 15 tenaga kerja scaffolder di proyek engineering procurement and construction (EPC)-5, Banyuurip, Blok Cepu, belum menerima gaji selama sebulan dari PT Hutama Karya – PT Rekayasa Industri (HK-Rekind).
Ngarsiono, salah satu naker EPC-5 bagian Scaffolder harian mengaku, sejak bulan Pebruari 2015 hingga saat ini belum menerima gaji. Total gaji yang seharusnya diterima sejumlah Rp3 juta.
“Setiap saya tanyakan, katanya yang absennya hilang lah, ketelingsut lah yang ini lah, sepertinya sengaja membuat masalah,” kata warga asal Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, itu kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (18/4/2015).
Karena belum cairnya gaji tersebut, Ngarsino memilih untuk berhenti bekerja sementara waktu dan kembali bertani untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Â “Ada 15 naker lainnya yang juga belum menerima gaji,” tegas dia.
Dia berharap perusahaannya segera mencairkan gaji. Karena gaji itu merupakan haknya dan pekerja lainnya.
Humas HK-Rekind, Wandi Sendjaya dikonfirmasi terkait masalah tersebut hingga berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban.(sam)