SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Keberadaan Gas Oil Separation Plant (GOSP) yang digunakan sebagai tempat fasilitas produksi awal/ Early Production Facility (EPF) sempat direncanakan akan dibongkar.
“Dulu katanya seperti itu. Kalau proyek pembangunan fasilitas produksi sudah jadi, GOSP akan dibongkar,” kata mantan Kepala Desa Begadon, Hariyono, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (21/4/2015).
Dia menjelaskan, pembangunan GOSP dimulai pada awal tahun 2007 di atas lahan sekitar 20 hektare (ha). Lokasi GOSP tercakup dalam tiga desa. Begadon, Ringin Tunggal, dan Desa Gayam.
Sedangkan bagaimana sistemnya, dia mengaku, tidak tahu menahu. Menurutnya, yang lebih tahu adalah BUMD Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).
“Sewa apa tidaknya saya kurang tahu, tapi yang jelas sudah dibeli BUMD,” ucapnya.
Dia menilai jika GOSP dibongkar maka amat disayangkan. Sebab, dari aspek ekonomi tentu berpotensi merugikan. Pengelolaan GOSP dipercayakan kepada PT.Eksteran.
Sekadar diketahui seiring mendekati produksi puncak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu jumlah produksi di GOSP saat ini telah mencapai 40 ribu barel per hari. (roz)