SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar ladang migas Banyuurip, Blok Cepu mengingatkan kepada PT Geo Link, untuk segera memagar lokasi alat pemisah minyak dari tapak sumur Banyuurip menuju Tri Wahana Universal, di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, dan menuju Tuban, Jawa-Timur dengan menggunakan pipa sebesar 6 inci.
Warga Desa Brabowan, Parmo, mengatakan, sudah saatnya jika PT Geo Link segera membangun pagar tembok keliling di alat pemisah minyak yang berada diwilayah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro tepatnya di depan Pos Koramil Gayam. Hal ini untuk lebih meningkatkan safety sekitarnya. Mengingat, produksi Blok Cepu juga sudah mulai terus ditingkatkan.
“Kalau tidak segera dipagar tempok keliling kalau terjadi apa-apa siapa yang nanggung. Apalagi, lokasinya tepat berada dipinggir jalan dan banyak warga yang melewatinya,” kata Parmo kepada suarabanyuurip.com, rabu (22/4/2015).
Dijelasnya, kondisi saat ini masih terpagar kawat, dan mesin pemisah terlihat dari jalan. Bahkan, setiap warga melintas dengan berkendara selalu menengok. Karena, terdengar suara dari lokasi alat pemisah minyak seperti petasan.
“Saya contohkan, pengendara motor selalu menengok alat yang mengeluarkan bunyi seperti petasan itu, Mas. Jadi, bisa membuat mereka jatuh. Apalagi jalannya juga banyak lubang belum dibangun,” jelas pria yang juga tokoh masyarakat Brabowan tersebut.
Diharapkan, PT Geo Link untuk segera melakukan pembangunan pagar dilokasi alat pemisah minyak itu. Agar, kejadian yang tidak diinginkan bersama bisa dielminir.
“Ingat saya kalau tidak salah alatnya milik PT Geo Link. Tapi penanggungjawabnya adalah PEPC,” imbuhnya.
“Saya setuju kalau lokasi itu segera dibangun pagar tembok keliling. Agar, ketika terjadi sesuatu tidak berimbas pada masyarakat banyak,” sambung Paeno warga lain. (sam)