SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Hingga sore ini debit air Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menunjukan trend kenaikan, meski ketinggian air tidak begitu drastis. ‪Pada pukul pukul 15.00 WIB, ketinggian air di Karangnongko mencapai 23.88 dpl, Bojonegoro 9.40 dpl.
Diprediksi, debit air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu akan terus meningkat hingga Jumat (24/4/2015) besuk.‬ Meningkatnya debit, sejumlah wilayah di Jawa Tengah, tepatnya di Kota/Kabupaten Solo terendam banjir akibat meluapnya sejumlah anak sungai dan Sungai Bengawan Solo.
Meski banjir terjadi di wilayah Jawa Tengah, namun tidak menutup kemungkinan Bojonegoro juga akan terendam banjir.‬
Kepala BPBD Pemkab Bojonegoro, Andik Sudjarwo, mengatakan, seluruh air yang ada di hulu tersebut larinya ke Sungai Bengawan Solo, sedangkan Bojonegoro merupakan daerah yang berada di hilir yang dilewati. Sehingga otomatis air di Jawa Tengah itu akan mengalir melewati Bengawan Solo di Kota Ledre.‬
‪”Karena jaraknya lumayan jauh antara Kudus, Solo, Demak yang saat ini terendam banjir dengan Bojonegoro, sehingga kemungkinan air akan mengalir mulai dini hari sampai besuk,” ujar Andik, Kamis (23/4/2015).‬
‪Kondisi air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro masih dibawah siaga. Meski begitu, Andik mengaku akan tetap waspada dan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ketinggian air bekerja sama dengan BPBD Jateng maupun instansi lain yang berada di daerah terdampak.‬
‪”Yang jelas kiriman air dari daerah Jawa tengah kita prediksi besar, apalagi kalau ditambah kiriman air hujan lokal. Di Ngawi posisi air pada siaga merah, sehingga dipastikan kiriman air besar. Saya harap masyarakat yang tinggal di bantaran untuk selalu waspada,” katanya.‬
‪Ditambahkan, luapan air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro terakhir terjadi pada dua minggu yang lalu. Tercatat ratusan rumah, ribuan hektare pertanian padi, palawija dan fasilitas umum terendam air. Akibat banjir itu, total kerugian mencapai  Rp1,2 miliar lebih.‬
‪”Kemarin ketinggian air pada posisi siaga II, beruntung air segera berangsur surut sehingga tidak menambah jumlah wilayah yang tergenang,” pungkasnya.(rien)