SuaraBanyuurip.com -Â Â D Suko Nugroho
Bojonegoro – Rapat yang dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di pendapa balai desa setempat pada Jum’at (24/4/2015) malam, mendadak dihentikan. Gara-garanya pendapa balai desa dijadikan tempat evakuasi warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, akibat terdampak bau menyengat menyerupai telur busuk dari Pad A sumur migas Sukowati, Blok Tuban.
“Tadi pas kita rapat. Warga Ngampel dievakuasi ke sini. Jadi ya kita hentikan dan tunda rapatnya,” kata Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno kepada suarabanyuurip di balai desa setempat, Jum’at malam.
Rapat tersebut beragendakan pembahasan program pembangunan desa dengan menghadirkan perangkat desa, BPD, Ketua RT, RW dan tokoh masyarakat. Namun demikian, Edi mengaku tak mempermasalahkan terhentinya rapat tersebut.
“Kan bisa ditunda. Justru pertolongan warga yang harus diutamakan,” tegas mantan perangkat desa setempat itu.
Menurut dia, bersamaannya peristiwa tersebut dengan rapat desa ini justru merupakan hal yang kebetulan. Sebab semua perangkat desa dan tokoh masyarakat sedang berkumpul sehingga dapat membantu warga Ngampel yang dievakuasi di Balai Desa Campurejo.
“Jadi kita bisa bersama-sama menolong warga,” tegasnya.
Dari pantauan, beberapa perangkat Desa dan tokoh masyarakat Campurejo menyiapkan kursi dan membagikan minum kepada para pengungsi. Sebagiannya lagi membeli nasi bungkus untuk kemudian dibagikan ke warga. Bahkan ada yang membeli kelapa muda untuk diberikan kepada korban yang mual-mual dan muntah-muntah.
Akibat bau menyengkat dari sumur minyak yang dikelola Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ) itu ratusan warga di lima RT di Desa Ngampel terpaksa dievakuasi. Mereka sebagian banyak ibu-ibu, lansia dan anak-anak.(suko)