Sawah Terendam Petani Tunda Tanam

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan Tingginya intensitas hujan  menjadikan  para petani  di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tidak bisa melakukan tanam padi. Hal itu terjadi lantaran lahan pertanian mereka terendam air hujan.

Musim tanam ke dua (MT II) kali ini terpaksa harus diundur hingga dua minggu. Petani tidak berani mengambil risiko bercocok tanam karena takut merugi.

“Kalau masih nekad menanam padi kuatirnya bibitnya akan puso terendam air mas,Apalagi hujan masih turun setiap hari,“ cetus petani asal Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, Permadi, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (28/5/2015).

Sebenarnya petani bisa melakukan tanam dengan cara menyedot air dengan didesel. Akan tetapi biaya yang dikeluarkan cukup besar, sehingga petani banyak memilih mengundur jadwal bercocok tanam.

Sebagian petani yang telah menanami sawahnya mengaku justru rugi karena bibit padi habis terendam hujan. “Terpaksa harus tanam ulang, tapi nunggu tidak hujan lagi,“ kata petani asal Desa Cungkup, Kecamatan Pucuk Suhadi, secara terpisah.

Karena tanamannya terendam banjir, Suhadi mengaku harus menanggung kerugian hingga Rp2 juta-an untuk membeli bibit, dan membayar upah tenaga kerja.

Baca Juga :   Daerah Kaya SDA Rentan Konflik

Akibat mundurnya musim tanam kali ini dipastikan hasil panenan nanti tidak bisa maksimal. Ini disebabkan karena waktu tanam tidak bisa serentak berdampak pada mewabahnya hama. Selain itu saat musim kemarau disaat petani bercocok tanam palawija, nanti produksi palawija waktunya juga akan mundur.

“Biasanya petani menanam palawija sekitar bulan Juli. Namun untuk kali ini dipastikan akan mundur,“ papar Suhadi.

Dalam kondisi tidak menentu tersebut, Suhadi mengaku hanya bisa pasrah. Dirinya hanya mengharap hujan segera berhenti, sehingga petani tidak berlarut untuk dapat memulai bercocok tanam. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *