SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kepala Desa Ngumpak Dalem, Ahmad Burhani, membantah jika telah mengusir sejumlah wartawan yang melakukan peliputan pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) Â untuk Biaya Operasional Daerah (Bosda) dib alai desa setempat, Sabtu (2/5/2015). Kepala desa yang baru pertama kali menjabat itu mengaku hanya mengusir salah satu wartawan saja.
Burhani beralasan jika pengusiran itu terpaksa dilakukan karena merasa dibentak-bentak oleh salah satu wartawan saat melakukan wawancara. Â
“Ngusirnya ya tidak semua wartawan, cuma yang mbentak saya saja,” elaknya saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Sabtu (2/5/2015).
Burhani menegaskan, tidak ada pemotongan Bosda seperti informasi yang diterima oleh wartawan. Hanya saja, masyarakat yang akan menerima dana tersebut harus membawa surat kelengkapan surat pembayaran pajak bumi bangunan (PBB) Tahun 2015.
“Kita inikan ditarget oleh Pemkab untuk pembayaran pajak, dan tahun ini hanya menerima 30 persen saja,†sergahnya.
Dia mengatakan, meskipun masyarakat belum membayar PBB, dana untuk Bosda yang sudah disiapkan tetap diberikan secara utuh tanpa ada potongan.
“Ya utuh, tidak ada potongan sama sekali,” katanya.
Dia melanjutkan, untuk dana DAK Pendidikan kali ini akan dibagikan kepada 361 siswa sebesar Rp 151.750.000. Namun 17 siswa sisanya lainnya belum belum datang ke balai desa sampai pukul 13.00 WIB untuk mengambil dana.
“Mungkin mereka sedang tidak berada ditempat. Tapi tetap Senin nanti kita tunggu di balai desa,” pungkasnya.
Atas persoalan ini, Ahmad Burhani juga telah meminta maaf kepada salah satu wartawan televise di Sekretariat AJI Bojonegoro. “Saya atas nama pribadi dan pemerintah desa meminta maaf atas kejadian tadi,†pungkas Burhani.(rien)