SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Harga pasir bahan bangunan yang biasa didapat dari hasil tambang di Bengawan Solo mengalami kenaikan harga di atas 100 persen.
Membaiknya harga pasir, karena sejak satu minggu terakhir Tinggi Muka Air Bengawan tergolong cukup tinggi. Banyak penambang tradisional yang memilih menghentikan aktivitasnya untuk sementara waktu.
Informasi yang diterima Suarabanyuurip.com, saat ini harga pasir mencapai 600 ribu rupiah lebih per truck. Padahal untuk harga biasanya hanya sekitar 250 ribu sampai 300 ribu rupiah.
“Itu untuk besar (harga 600 ribu), kalau untuk truck engkel biasa 500 ribu rupiah,â€jelas Sunardi (47), pedagang bahan bangunan warga Dusun Embong, Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Senin (4/5/2015).
Dia juga membenarkan kalau mahalnya harga pasir tambang karena tingginya air di bengawan solo. Harga diperkirakan normal kembali setelah air surut ataupun ketika musim kemarau.
Bahkan pasir yang dijual Sunardi merupakan stok lama. Karena saat ini masih banyak penambang yang tidak beraktivitas.
“Ini merupakan pasir stok lama saat musim kemarau. Waktu kemarau lalu pasir ini tidak laku karena banyak orang yang lebih memilih membeli ke penambang langsung dengan harga lebih murah,â€jelas Sunardi.
Selain itu, kuli muat pasir tambang justru ikut mendapatkan keuntungan. Karena ongkos mereka juga naik menjadi 25 ribu sampai 30 ribu rupiah permuatan.
“Kalau dulunya sekali muat hanya sekitar 10 ribu sampai 20 ribu,â€jelas Ghofur (26), salah satu kuli muat tambang. (edp)