SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Dwi Sudarwanto (30), warga Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, menderita luka bacok setelah berusaha menyerang seorang tukang pijat di salah satu rumah di daerah setempat.
Kejadian bermula ketika Dwi, atau yang akrab disapa Celeng mendatangi Darsono (31), tukang pijat asal warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, malam tadi. Saat itu, Darsono tengah mengunjungi Muhtiyadi (60), yang rumahnya juga berada di Kelurahan Doromukti.
“Ketika itulah Dwi atau Celeng datang ke rumah Muhtiyadi dan meminta Darsono untuk menjualkan sepeda angin,†jelas Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, Selasa  (05/5/2015).
Karena permintaannya tidak dituruti, Dwi Sudarwanto langsung mengamuk di rumah tetangganya tersebut. Dia melempar piring dan mengenai muka tukang pijat, serta pecahan piring tersebut mengenai Muk’ah, anak menantu dari pemilik rumah yang kebetulan juga ada di rumah tersebut.
Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Darsono langsung menyerang balik. Pemilik rumah, Muhtiyadi, yang berusaha melerai justru ditendang sampai terpental. Pemilik rumah semakin marah ketika melihat anak menantunya berteriak meminta tolong dan wajahnya juga terkena pecahan piring.
“Saya awalnya hanya melerai, tetapi kemudian saya juga ditendang sampai jatuh dan melihat anak menantu saya berdarah di bawah mata,†kata Muhtiyadin.
Tak terima dengan perlakukan itu, Darsono dan Muhtiyadin langsung mengambil sabit dari belakang rumah. Kemudian mereka mengejar Dwi Sudarwanto dan membacoknya ketika berusaha lari di salah satu gang yang ada di kelurahan setempat. Korban terkena luka bacok dibagian tangan, punggung, dan kaki.
“Saya menolak menjualkan sepeda angin, karena takut kalau sepeda itu hasil curian,†terang Darsono ketika ditanya kenapa menolak menjualkan sepeda angin tersebut.
Saat ini korban pembacokan masih berada di RSUD Dr R Koesma Tuban untuk mendapatkan perawatan. Sementara kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres Tuban.(edp)