SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Serangan demam berdarah dengue (DBD) masih mengancam anak-anak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pada awal Mei ini tercatat dua anak terserang DBD, satu di antaranya meninggal dunia, Rabu (6/5/2015) kemarin.
Korban meninggal itu adalah Abdillah Puspanegara (10). Siswa kelas III sekolah dasar (SD) itu menghembuskan nafas terkahirnya setelah dua hari di rawat di Ruang ICU Rumah Sakit Aisiyah Bojonegoro.
Sesuai data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, pada bulan Januari 2015 ini penderita DBD di wilayahnya mencapai 99 kasus dan satu orang penderita meninggal dunia. Kemudian, pada bulan Pebruari menurun menjadi 91 kasus, namun jumlah meninggal dunia bertambah sebanyak dua orang.Â
Sedangkan pada Maret terdapat 73 kasus dengan meninggal dunia satu orang, dan bulan April ada 25 kasus serta bulan Mei ada dua kasus meninggal dunia satu orang.
“Rata-rata penderita DBD ini anak-anak. Karena sistem kekebalan tubuhnya masih lemah,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Whenny Dyah Prijanti kepada suarabanyuurip.com, Kamis (7/5/2015).
Wheny mengungkapkan, kasus DBD tertinggi biasanya terjadi pada bulan Oktober, November, Desember dan Januari. Sedangkan untuk bulan Maret, April, Juli, dan merupakan kasus yang paling rendah.
“Tapi tahun ini tidak bisa diprediksi lagi,” tegasnya.
Wheny menghimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penyebaran penyakit DBD karena musim hujan yang terjadi lebih panjang dari perkiraan sebelumnya.
“Perkembangan nyamuk yang membawa virus DB ini sangat cepat. Dari telur sampai menjadi nyamuk hanya berkisar antara seminggu,” pungkasnya.(rien)