Satpol PP Kewalahan Tertibkan Penambang Mekanik

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku masih membentuk tim untuk melakukan penertiban penambang pasir mekanik yang saat ini semakin membabi buta di sungai Bengawan Solo.

Kepala Satpol PP Bojonegoro, Arwan, mengatakan, ada 221 titik penambangan. Masing-masing titik terdapat 30 lebih penambang menggunakan peralatan mekanik.

Dia menyatakan, tingginya penambangan mekanik di Bojonegoro dikarenakan penambangan pasir secara mekanik wilayah Mojokerto dan Jombang telah ditutup. Sehingga, banyak yang beralih ke Bojonegoro untuk mencukupi kebutuhan pasir.

“Jujur, kami kewalahan menghadapinya,” kata Arwan saat ditemui di kantornya, Senin (10/5/2015).

Dia mengatakan, pada awal bulan lalu sempat melakukan operasi namun balik kanan karena takut adanya tindakan anarkis dari penambang yang notabene adalah masyarakat setempat.

“Sebenernya kita bukannya takut dengan sikap anarkis mereka, hanya saja menhindari bentrok saja,”elaknya.

Pihaknya mengakui, setiap kali melakukan aksi selalu ada perlawanan. Sehingga, pembentukan tim dari berbagai satker  termasuk polda dan provinsi diharapkan mampu menyelesaikan masalah.

Baca Juga :   2.705 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Air

“Anggaran sekali penertiban saja mencapai Rp 40-45 Juta,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *