Kepala SDN Ring 1 Blok Cepu Wakili Bojonegoro ke Provinsi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Prestasi membanggakan diraih salah satu Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di ring satu pemboran minyak Banyuurip,  Blok Cepu. Ia mewakili Kabupaten Bojonegoro ke tingkat Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti seleksi guru berprestasi.

Kepala sekolah tersebut adalah Sugiono, yang saat ini menjadi Kepala SDN Brabowan 1, Kecamatan Gayam. Kepastian Sugiono maju ke tingkat provinsi setelah dia  berhasil meraih juara pertama guru prestasi tingkat Kabupaten tahun 2015.

 Sugiono mengaku tak memiliki persiapan khusus saat mengikuti lomba guru berprestasi di tingkat kabupaten beberapa waktu lalu. Karena empat indikator penilaian yang diberikan oleh tim Dinas Pendidikan Bojonegoro sudah diterapkan selama dia mengajar.

“Sejak mengajar di sini tahun 2012 silam, saya sudah menerapkan empat indikator semaksimal mungkin,” ujarnya kepada suarabanyuurip ditemui di sekolahnya, Kamis (21/5/2015).

Empat indikator penilaian utama yang dimaksud adalah sistem pembelajaran siswa, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan sosial.  “Selain ada tes tulis, wawancara dan karya tulis, tim penilai juga melihat perkembangan sekolah sebelum dan sesudah saya menjabat,” ujar Sugiono, menjelaskan.

Baca Juga :   Siswa SD di Kecamatan Gayam dibekali Pendidikan Lingkungan

Dia mengungkapkan,  sebelum menjabat Kepala SDN 1 Brabowan, baik fisik dan sarana prasarana sekolah sangat memprihatinkan. Namun, kondisi itu berangsur-angsur berubah setelah Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melakukan kegiatan di Lapangan Banyuurip. Serangkaian  bantuan diberikan sehingga mampu merubah kondisi SDN 1 Brabowan menjadi lebih baik.

“Saya sangat berhati-hati dalam pengelolaan keuangan juga, jadi memaksimalkan dana BOS untuk semua kebutuhan sekolah yang tidak tercover oleh operator,” tegas Sugiono.

Menurut dia, saat ini untuk kebutuhan fisik sudah memadai. Namun begitu,  perlu ada pemerataan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dari operator. Sebab selama ini hanya sebagian guru saja yang mendapatkan pelatihan SDM melalui program semai benih bangsa dari IHF, selaku mitra EMCL.

“Kami ingin sekali semua guru bisa mendapatakannya,” harapnya.

Jumlah siswa di SDN 1 Brabowan setiap tahunnya juga mengalami peningkatan. Saat ini jumlah siswa di sekolah tersebut sebanyak 166 siswa.

“Saya akan terus meningkatkan kualitas pendidikan di sini. Terlebih SDN Brabowan ini masuk Ring 1 pengeboran migas,” tandasnya.(rien)

Baca Juga :   UN Hari Pertama Bupati Sidak Sekolah

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *