SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Keberadaan wartawan abal-abal yang cukup marak di Lamongan, Jawa Timur tidak hanya menyasar perkantoran dan instansi di tingkat kecamatan. Para oknum wartawan yang biasa disebut wartawan Bodrex ini juga menyasar ke SPBU.
Biasanya mereka melakukan konfirmasi yang tidak jelas atau mengada-ada. Ujung-ujungnya meminta uang saku ke pengawas SPBU.
“Sudah beberapa kali ada oknum wartawan yang datang ke SPBU sini. Tanya macam-macam namun ujung-ujungnya minta uang saku,“ ujar seorang pengawas SPBU di jalan nasional Babat-Lamongan yang enggan menyebutkan namanya.
Selain meminta uang saku para Bodrex tersebut juga melakukan intimidasi dan tindakan pemerasan.
“Dulu ada tiga atau empat orang yang mengaku wartawan dari Surabaya memeras pengelola SPBU di Kecamatan Sekaran. Pengelola SPBU melaporkan ke polisi dan oknum wartawan tersebut akhirnya dijebloskan ke penjara,“ terangnya lagi.
Pengawas SPBU Plaosan, Ridwan, mengaku juga beberapa kali didatangi Bodrex. Awalnya dirinya masih mentoleransi dengan memberikan uang saku. Namun karena selalu rutin datang setiap bulan dirinya tidak menghiraukan lagi.
“Pernah ada bodrex yang datang dengan tidak sopan. Mengintimidasi petugas. Karena jengkel saya tantang berkelahi. Orangnya langsung pergi,“ cetus Ridwan. (tok)