SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berharap ada peningkatan program pertanian di wilayah sekitar Lapangan Banyuurip, Blok Cepu baik kepada pemerintah kabupaten maupun ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) selaku operator.
Kepala Desa Gayam, Winto, mengatakan, selama ini petani di desanya sudah mendapatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari EMCL. Program tersebut sudah diberikan sejak awal beroperasi, seperti sekolah lapang pertanian, pelatihan pembuatan pupuk, dan lain sebagainya.
“Tapi, program itu belum dirasakan oleh petani keseluruhan,†tukasnya.
Winto menyampaikan, kurang menyentuhnya program pertanian itu disebabkan karena beberapa factor diantaranya antusias petani yang sangat kurang serta kurangnya sosialisasi dari Dinas terkait. Sehingga, petani yang hanya bergantung pada musim harus terkatung-katung, karena hasil panen palawija tidak sebanding dengan hasil panen padi saat musim penghujan tiba.
“Di sini sawahnya kan tadah hujan semua,†ujar Winto.
Dia mengungkapkan, dari total 115 hektar lahan pertanian di Desa Gayam telah ebrkurang seluas 50 hektar untuk kepentingan pengembangan lapangan migas di Blok Cepu. Sehingga, sisa lahan hanya berkisar 65 hektar saja.
“Kalau musim kemarau pasti kekurangan air, jadi petani menanam palawija seperti jagung atau kedelai saja,†pungkasnya. (rien)