Buruh Masih Terbelit Masalah

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Nasib buruh di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tidak berimbang dengan upaya industrialisasi yang dilakukan pemerintah setempat.

Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kusmen, membeberkan beberapa permasalahan buruh di Kabupaten Tuban yang tak kunjung ada penyelesaian.

“Masih banyak permasalahan buruh di Tuban,”jelas Kusmen kepada Suarabanyuurip.com melalui ponselnya, Sabtu (30/05/2015).

Kusmen menerangkan, semestinya buruh mendapatkan hak dengan gaji standart Upah Minimum kerja. Terkait upah, SPN juga kerap menemukan adanya buruh yang tidak dibayar dengan layak ketika melakukan kerja lembur.

“Tapi faktanya, banyak buruh yang tidak mendapatkan gaji sesuai dengan UMK,”jelas Kusmen.

Permasalahan lain, adalah jaminan kesehatan yang terbatas. Maksudnya adalah hanya buruh itu yang mendapatkan jaminan kesehatan. Sementara keluarga dari si buruh tidak mendapatkan jaminan yang sama.

“Jaminan kesehatan itu semestinya tidak hanya diberikan kepada buruh saja, tetapi juga diberikan untuk anggota keluarga buruh tersebut,”tegas Kusmen.

Sementara itu, buruh di Tuban juga masih banyak yang kesulitan mendapatkan waktu cuti.

Baca Juga :   Besok, Warga Campurejo Blokir Jalan Sukowati

SPN menegaskan, pihaknya sudah beberapa kali mendesak baik itu Executive ataupun Legislative untuk mencarikan jalan keluar atas permasalahan ini. Termasuk segera dibuatkan satu regulasi yang diberlakukan supaya permasalahan-permasalahan seperti ini tidak terjadi.

“Buruh itu adalah aset negara yang harus diperhatikan, disamping dorongan untuk menggerakkan perekonomian di beberapa wilayah,”tandas Kusmen.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *