SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, telah melakukan kerjasama dengan jajaran Muspika Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan dua kelurahan sekitar Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung, Kelurahan Karangboyo dan Keluarahan Ngelo yang terkena dampak langsung dari aktivitas di lokasi tersebut.
Kerjasama itu untuk megantisipasi terjadinya keadaan darurat di PPP Menggung. Terkait dengan hal itu, Pertamina melalui HSSE PPP Menggung juga telah melakukan sosialisasi penanganagan keadaan darurat kepada warga sekitar.
“Ada lima lokasi yang menjadi tempat Evakuasi sementara, jika terjadi keadaan darurat yang terletak di Kelurahan Karangboyo dan Kelurahan Ngelo,†kata Asisten Manajer HSSE PPP Menggung Pertamina Asset 4 Field Cepu, Supriyadi.
Upaya ini, lanjut dia, dilakukan sebagai bagian dari program menuju tidak adanya kecelakaan. “Road to zero accident,†ujarnya.
Supriyadi menjelaskan, kerjasama itu adalah semacam komitmen apabila ada keadaan darurat, untuk saling koordinasi, dan saling membantu. “Karena maing-masing mempunyai kekuatan untuk saling membantu dan melengkapi,†tegasnya.
Supriadi mengungkapkan, saat ini lokasi PPP Menggung telah mengalami banyak perubahan pada lokasi, khususnya pada bagian infrastruktur. “Bak penampungan sudah kita tutup, pagar ditiggikan, peredam untuk mengurangi kebisingan genset, serta antrian pengaturan road tank pengangkut minyak,†jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Sri Rahayu, menyambut baik atas kerjasama yang dilakukan pihak Pertamina. Pihaknya berharap kerjasama tersebut bisa terus berjalan, mengingat pemerintah dalam hal ini masih banyak kekuarangan.
“Diantaranya kami butuh bantuan bencana kebakaran, khususnya di wilayah Cepu dan sekitarnya. Karena kami hanya mempunyai dua kendaraan pemadam kebakaran,†sambung Sri Rahayu.
Dia megungkapkan, Kabupaten Blora berpotensi besar terjadi bencana kebakaran. “Kurun waktu bulan Januari sampai dengan Mei, sudah terjadi 9 kali kebakaran,†jelasnya.
Namun, pihaknya juga berharap, bukan hanya pada kebakaran saja, akan tetapi pada bencana yang lain juga. “Kita akan menindaklanjuti untuk melakukan MoU dengan pihak Pertamina dan Pusdiklat Migas. Ini kami masih melakukan pertemuan dan pendekatan,†pungkas Sri Rahayu.(ams)