Naker Blok Cepu Ancam Gelar Demo

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Tenaga kerja bagian perancah pipa (scaffolder) harian mengancam akan melakukan unjuk rasa di proyek engineering procurement and construction (EPC) – 5 Banyuurip, Blok Cepu, yang bersentra di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur. Gara-garanya PT Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind), pelaksana proyek EPC-5 Banyuurip tak kunjung memberikan gaji lembur mereka.

Total gaji yang seharusnya diterima mereka sejumlah Rp 1 juta lebih dari total kerja lembur selama 96. “Saya dan teman-teman dari warga lokal sudah sepakat untuk aksi dilokasi proyek EPC-5 jika gajian lembur tidak diberikan oleh PT HK,” tegas salah satu naker scaffolding harian, Suwaji kepada suarabanyuurip, Sabtu (30/5/2015).

Disinggung tentang pernyataan pihak HK yang tidak membenarkan masalah tersebut, Suwaji mengaku siap membuktikan dihadapan perusahaan.  “Saya punya catatan data pribadi tentang kerja lembur selama bulan Januari hingga Pebruari 2015. Setiap lembur juga diawasi oleh Supervisor. Jadi kalau HK bilang tidak benar ngaca dulu lah,” kata Warga Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam itu.

Baca Juga :   Opsi Reklamasi Lahan Kilang Tuban, Mbah Warto : Awas Cemari Laut

Menurut dia, pemberian oleh HK selama ini baru sebatas gaji bisa, belum termasuk gaji kerja lembur.  “Itu gaji harian,” tandas Suwaji.

Dia mengungkapkan, dari sekian lama dirinya berkecimpung di proyek Banyuurip sebagai tenaga kerja scaffolder, baru kali ini gaji yang diberikan selalu telat. “Saya pernah kerja secaffolder di EPC-1, tapi lancer-lancar saja. Tidak seperti di EPC-5,” ucapnya.

Senada diungkapkan Ngarsiono, scaffolder lainnya. Ia menegaskan, jika gaji yang diberikan HK memang baru sebatas gaji harian biasa, belum termasuk gaji lembur.

“Jadi kalau tidak segera diberikan gaji lemburan jangan salahkan jika saya dan teman-teman beraksi di lokasi proyek EPC-5. Intinya tidak punya niat menghambat proyek Blok Cepu tetapi menuntut hak yang harus saya terima,” warga Desa Gayam itu.

Sebelumnya, perwakilan PT Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind), membantah pernyataan beberapa naker bagian scaffolder harian yang mengaku belum menerima gaji lembur sejak bulan Januari 2015. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   NACE Chapter ITS Kunjungi Lapangan Banyuurip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *