Tunggu Panggilan Kerja, Jadi Perajin Akik

SuaraBanyuurip.comWinarto

Bojonegoro – Demam batu akik  masih menjangkit masyarakat di negeri ini. Tak terkecuali di sekitar pemboran migas Blok Cepu yang besentra di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegro, Jawa Timur.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Rudi, warga asal Cirebon, Jawa Barat, untuk membuat akik. Dia membuka usaha di depan gudang penyimpanan alat pemboran milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) yang terletak di Desa Katur, Kecamatan Gayam.

Hasil kerajinan Rudi ternyata banyak diminati masyarakat. Baik itu warga sekitar maupun pekerja proyek minyak Banyuurip. Setiap hari dia kedatangan orang yang meminta dibuatkan akik.

“Sehari minimal sepuluh sampai lima belas orang. Baik warga umum maupun orang proyek,” kata Rudi kepada suarabanyuurip.com, Minggu (31/5/2015).

Di tempat Rudi ini pecinta akik bisa memilih batu yang diinginkan. Karena dia menyediakan berbagai jenis batu yang harganya mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah.

Untuk membuat satu akik atau liontin, Rudi mematok harga dua puluh lima ribu rupiah. “Itu hanya ongkos membuatnya. Batunya beli sendiri atau bisa bawa sendiri,” ucap pria kelahiran 1973 itu.

Baca Juga :   Sepanjang November Ratusan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

Dengan keahlihannya, Rudi telah memiliki jaringan sesama perajin batu akik dari Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. “Kalau mereka banyak pesanan bisanya memanggil saya untuk membantu membuat,” ungkapnya.

Rudi mengaku, membuka usaha tersebut sudah dua minggu ini untuk mengisi waktu luang dan mencukupi kebutuhan sehari – hari. Sebab tujuan utama kebaradaannya di Bojonegoro adalah untuk bekerja di proyek engineering, procurement and constructions (EPC) Banyuurip.

“Saya di sini kos bersama 30 orang. Karena belum bisa masuk kerja di proyek minyak, jadi saya isi dengan membuat batu akik,” pungkasnya.(win)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *