SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Petani sekitar ladang migas Tiung Biru (TBR) di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Yimur, tak semuanya menanam padi pada musim tanam kedua tahun ini. Mereka lebih lebih menanam palawaija.
Alasannya, sekarang ini telah memasuki musim kemaru sehingga dirasa sulit memperoleh pasokan air untuk kebutuhan pertanian  dan mengindari serangan hama.
“Saya memilih tanam jagung dan tembakau saja. Karena pengalaman yang sudah-sudah tanam padi kedua itu biasanya banyak serangan hamanya, dan kesulitan memenuhi kebutuhan air,” kata Jais, warga Desa Kalisumber kepada suarabanyuurip.com, Rabu (3/6/2015).
Menurut Jais, tanaman jagung dan tembakau lebih cocok ditanam pada musim kemarau karena tak membutuhkan banyak air.
“Lebih tahan dengan cuaca yang tidak menentu. Lagi pula, rawatannya tidak terlalu mengeluarkan modal banyak juga lebih mudah ketimbang padi,” jelas warga desa ring satu TBR.
Banyak petani di wilayah tersebut yang juga memanfaatkan lahan perhutaniyang masuk wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Padangan. Lahan hutan yang kosong itu ditanami jagung maupun tanaman lainnya oleh warga.
“Ini sangat membantu kami. Karena tetap ada tambahan pendapatan pada musim kemarau,†sambung warga lainnya, Prapto yang memiliki tanaman jagung berusia sekira 25 hari.(sam)