SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Keberadan Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, tampaknya, belum mampu mengurangi jumlah kemiskinan di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih cukup tinggi.
Berdasarkan data penerima beras miskin (Raskin) hingga saat ini jumlahnya masih mencapai 2.225 kepala keluarga (KK). Jumlah itu berdasarkan data tahun 2011- 2014.
Ribuan warga miskin itu tersebar di 12 desa. Yakni Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Beged, Begadon, Brabowan, Ngraho, Sudu, Manukan, Cengungklung, Katur dan Ringintunggal.
Camat Gayam, Hartono dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos), Sutamsil, mengatakan, belum ada penurunan secara signifikan warga miskin di wilayah Kecamatan Gayam.
“Baru sekitar 10 persen penurunannya. Untuk data raskin yang tahun ini masih dalam proses, Mas,” kata Sutamsil kepada suarabanyuurip.com, jumat (5/6/2015).
Data raskin sampai saat ini, kata Sutamsil, masih mengacu pada data tahun 2011 yang bersumber dari Badan Pusat statistik (BPS).
“Penurunan ini dikarenakan adanya proyek migas, namun masih minim sekali,” jelasnya.
Menurut Sutamsil, belum signifikannya penurunan angka kemiskinan ini lebih disebabkan adanya kematian, tetapi ada pemasukan pasangan suami istri (pasutri) baru, dan keterlibatan warga sekitar yang tidak permanen di proyek migas Banyuurip.
“Artinya, warga yang terlibat sebagai tenaga kerja di Banyuurip masih terkena surplus sesuai kontrak kerja mereka masing-masing,” ujarnya.
Sutamsil memprediksi, tiga tahun kedepan jumlah penerima raskin tidak semakin menurun, melainkan bertambah. Karena adanya pengurangan naker secara besar-besaran akibat selesainya proyek Banyuurip.
“Ini akan menimbulkan pengangguran karenaa itu harus mulai dari sekarang diantisipasi,” pungkasnya.(sam)