SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Jalur pipa darat yang berfungsi mengalirkan minyak Banyuurip, Blok Cepu, akan dipergunakan sebagai lahan pertanian terpadu. Pipa minyak itu sebesar 20 inci sepanjang 73 kilo meter membentang mulai Kabupaten Bojonegoro hingga Tuban, Jawa Timur.
Rencana penggunaan lahan di atas pipa itu disampaikan Field Public And Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, dalam Lokakarya Jurnalistik Tentang Migas di Hotel Tanjung Kodok Beach Resort Jalan Raya Paciran, Lamongan, Sabtu (6/6/2015).
“Kita memang berencana memanfaatkan lahan jalur pipa untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian terpadu,†jelas Rexy.
Dia mengatakan, pertanian terpadu akan dibentuk dengan melibatkan kelompok masyarakat. Semua hasil dari pertanian ini bisa digunakan untuk masyarakat sendiri.
Namun ada beberapa syarat yang diberikan operator untuk warga yang ingin memanfaatkan lahan di atas pipa minyak ini. Di antaranya tanaman yang ditanam tidak boleh dari jenis tanaman keras (mempunyai akar dalam), tidak boleh mencangkul lahan yang dibawahnya tertanam pipa minyak ini dengan kedalaman lebih dari 60 centimeter.
“Karena di bawahnya ada pipa,†kata Rexy.
Dengan rencana ini, oprator berharap ada beberapa keuntungan yang bisa didapat. Selain bisa bermanfaat untuk petani dengan hasil yang didapat, masyarakat juga bisa ikut menjaga pipa miyak karena merupakan obyek vital (Obvit).
“Karena apabila tidak dimanfaatkan, kami takut justru lahan tersebut diatasnya didirikan warung, bengkel yang akan menimbulkan masalah dikemudian hari,†tandasnya.(edp)