SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebanyak 18 kader pertanian dari desa sekitar Ladang Miyak Banyuurip, Blok Cepu, mendapat pelatihan sekolah lapang (SL) dari Yayasan Bina Swadaya, di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2015). Mereka akan mengikuti pelatihan selama sepuluh hari.
18 kader tersebut adalah kader yang mewakili dari 16 kelompok swadaya masyarakat (KSM) binaan Yayasan Bina Swadaya yang berada di dua Kecamatan. Yakni, 14 KSM di Kecamatan Gayam, dan 2 KSM nya lagi dari wilayah Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, yaiti KSM Desa Sumengko dan KSM Desa Talok.
Tim Leader Yayasan Bina Swadaya, Jupriansyah menjelaskan, pelatihan yang diberikan ini tentang pentingnya menerapkan pola tanam dan menjaga kesuburan dan kesehatan lahan melalui teknologi yang bersumber dari bahan lokal.
“Semoga dengan pemantapan para kader ini setelah kami tinggalkan yang bisa memotori pertanian organik kedepannya,” kata akan dilakukan selama sepuluh hari, dan arahnya .
“Banyak manfaat dari pelatihan ini. Kami jadi tahu tentang petingnya pola tanam,” sambung Suparmin, salah satu kader dari Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.
Kepala Desa Katur, Sukono, mengapresiasi pelatihan ini karena akan dapat menjadikan sektor pertanian di sekitar Banyuurip semakin baik. “Karena tak selamanya warga bekerja di proyek saja,” tegasnya.(sam)