SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lamongan, Jawa Timur, memastikan akan ada pasokan Elpiji 3 Kilogram (Kg) untuk menjaga ketersediaan stok menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Ini dilakukan dalam rangka stabilisasi harga dan inflasi, yang biasanya terjadi peningkatan permintaan sejumlah komoditi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” ujar Kabag Humas dan Infokom Lamongan, Sugeng Widodo, Jumat (5/6/2015).
Dia menyebutkan, PT Pertamina sudah berkomitmen untuk menambah pasokan elpiji Melon ini sebesar 8 persen dari bisanya. Normalnya, alokasi elpiji 3 kg untuk Lamongan sebanyak 63 ribu kg perbulan. Sehingga ada penambahan sebesar 5.040 kg perbulannya.
“Penambahan alokasi ini dilakukan selama dua bulan. Yakni selama Bulan Juni dan Juli 2015,” tegas Sugeng.
Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan siap melakukan Operasi Pasar (OP) mulai 16 Juni hingga 16 Juli mendatang di sejumlah titik. Di antaranya di Pasar Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, dan Pasar Blimbing, Kecamatan Paciran.
Komoditi yang dijual dalam OP itu nantinya adalah beras, minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu.
Sugeng menghimbau, pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbuhan bahan pangan, BBM, maupun Elpiji.
Dia merujuk pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, bahwa pelaku usaha yang kedapatan menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu dapat terancam pidana.
“Hukumannya paling lama lima tahun penjara dan atau denda paling banyak sebesar Rp50 miliar,” tegas Sugeng.(tok)