Berebut Ikan di Waduk Karanglo

SUASANA waduk di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur terlihat lebih riuh dibanding hari-hari sebelumnya, Senin (08/06/2015).

Waduk yang airnya mengering sejak masuk musim kemarau ini, terlihat penuh dengan manusia yang rela berkubang diantara endapan lumpur. Sesekali terdengar sorakan riuh, ketika salah satu dari mereka mampu menyentuh ikan yang sedang apes.

Waduk yang kering, bagi sebagian warga setempat membawa berkah tersendiri. Mereka bisa mendapatkan banyak ikan mujair dengan mudah.

Tahun ini, danau buatan ini dianggap mengering lebih cepat, lantaran kebutuhan air untuk pertanian di sekitarnya semakin besar. Warga semakin banyak yang memanfaatkan air waduk, terlebih ketika akan memanen kacang yang membutuhkan tanah basah supaya bijinya tidak tertinggal.

“Itu ikannya sudah mulai keluar,” teriak Indra, salah satu orang yang kebetulan melihat aktivitas warga ini.

Melihat air yang sudah tidak terlalu dalam dan endapan lumpur yang mulai terlihat. Warga bisa dengan mudah menangkap ikan tanpa menggunakan alat bantu.

Mereka cukup menangkap ikan dengan cara sederhana, cukup mengaduk endapan lumpur di dasar danau buatan ini. Setelah beberapa lama, mereka menjamin ikan akan keluar dengan sendirinya ke permukaan air. Mereka menyebut, ikan yang keluar ke permukaan air sudah mabuk karena kehabisan oksigen.

Baca Juga :   Ditampar Suami Masuk Bui

“Kalau ikannya sudah mabuk, kita tinggal menangkapnya tanpa menggunakan jaring. Kalau sudah dapat ya tinggal digoreng,” kata Warsiman, salah satu warga Desa Karanglo yang ada di sekitar lokasi dengan nada berkelakar.

Jumlah tangkapan merekapun bervariatif. Mulai kurang dari 1 kilogram, dan bahkan ada yang sampai 3 kilogram. Tak jarang warga membagi dengan tetangganya yang lain ketika hasil tangkapan mereka melimpah.

“Nanti kalau tangkapannya semakin sedikit, warga juga akan berhenti karena itu berarti ikan yang ada didalamnya sudah habis,” lanjut Warsiman.

Momen seperti ini hanya dilakukan warga ketika musim kemarau karena air di dalam waduk tidak terlalu dalam. Tetapi kalau musim penghujan, tidak ada warga yang bisa mengambil ikan dengan tangan kosong karena air terlalu banyak.

“Kalau air penuh ya dibuat mengairi sawah ketika tidak hujan, atau dipergunakan untuk memandikan ternak,” jelasnya. (edy purnomo)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *